Hot cookies are waiting for you !!

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur.

Minggu, 16 Desember 2012

KEBUTUHAN GIZI ANAK USIA DINI



KEBUTUHAN GIZI ANAK

1.    KOMPOSISI MAKANAN
Komposisi makanan sehat :
·         KARBOHIDRAT
 6 bulan : Tepung beras, tepung meizena, biskuit.
Berangsung – angsur minggu perminggu : Kentang, ubi merah, jagung, roti, oat meal, nasi (bubur atau tim)
Cara masak :
Tepung dimasak dengan air sampai matang baru masukkan susu (formula atau ASI) Kentang, ubi, jagung manis disisir, dikukus. Haluskan, campurkan susu, tambahkan parutan kejuRoti tambaah susu, blenderOat meal dimasak dengan air sampai lembut. Matikan api masukkan susu.
·        
PROTEIN – LEMAK – IKAN
6-8 bulan : Susu, yoghurt, kuning telur (ambil setelah telur direbus), keju parut, kacang merah, kacang hijau, tempe, tahu, ayam cincang (tanpa kulit), daging cincang (pilih daging tanpa lemak, cincang sendiri).
Cara masak :
Yoghurt dimakan dengan buah. Ayam, daging ikan juga bisa. dan tahu tempe dimasak bersama makaroni atau dikukus, campurkan dengan kentang, jagungMakan disertai sup. Buat sup bening biasa (ayam/daging), sup krim jagung, sup kacang merah/hijau, blender, campur susu.
·         SAYUR
Usia 6 bulan : Kacang polong, wortel, brokoli, bayam, labu siam, kangkung, buncis, kembang kol, sawi hijau.
Cara masak : Sayur dikukus, dihancurkan, atau di blender.

·         VITAMIN – MINERAL
Usia 9 bulan : Buah  pisang, jeruk, pepaya, pear, apel, melon, semangka, mangga, alpukat.
Cara masak : Pear atau apel sebaiknya dikukus.
2.    KECEKUPUN GIZI YANG DIANJURKAN
Defenisi kecekupan gizi yang dianjurkan : Banyak masing – masing zat gizi yang harus terpenuhi dari makanan untuk mencakup hampir semua orang sehat,. Kecukupan gizi dipengaruhi oleh umur, jenis kelamin, aktivitas, berat dan tinggi badan, genetika, serta keadaan hamil dan menyusukan. Kebutuhan gizi yang dianjurkan agak berbeda dengan kebutuhan gizi (requirement)
Kecukupan gizi adalah rata-rata asupan gizi harian yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bagi hampir semua (97,5%) orang sehat dalam kelompok umur, jenis kelamin, dan fisiologis tertentu. Nilai asupan zat gizi harian yang diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan gizi mencakup 50% orang sehat dalam kelompok umur, jenis kelamin, dan fisiologis tertentu disebut dengan kebutuhan gizi.
Standar kecukupan gizi di Indonesia pada umumnya masih menggunakan standar makro, yaitu kecukupan kalori (energi) dan kecukupan protein, sedangkan standar kecukupan gizi secara mikro seperti kecukupan vitamin dan mineral belum banyak diterapkan di Indonesia. Kecukupan energi dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu umur, jenis kelamin, ukuran tubuh, status fisiologis, kegiatan, efek termik, iklim, dan adaptasi. Untuk kecukupan protein dipengaruhi oleh faktor-faktor umur, jenis kelamin, ukuran tubuh, status fisiologi, kualitas protein, tingkat konsumsi energi dan adaptasi.
Angka kecukupan gizi rata-rata yang dianjurkan pada masing-masing orang per hari bervariasi tergantung pada umur, jenis kelamin, dan keadaan fisiologis individu tersebut. Pada anak usia 0-6 bulan, kecukupan energi dan proteinnya masing-masing sebesar 550 Kalori dan 10 gram. Semakin bertambah umur, kecukupan gizi makro berupa energi dan protein dan zat gizi mikro juga bertambah.
Pada anak usia 7-9 tahun, kecukupan energinya meningkat menjadi 1800 Kalori dan kecukupan proteinnya sebesar 45 gram. Remaja dan dewasa pria memiliki angka kecukupan gizi yang lebih besar dibandingkan dengan wanita. Selain itu, keadaan fisologis juga sangat berpengaruh terhadap angka kecukupan gizi individu. Pada wanita hamil, kecukupan energinya bertambah 180 Kalori pada saat trimester 1, dan pada trimester 2 serta 3 bertambah 300 Kalori dari kecukupan energi wanita yang tidak hamil pada usia yang sama. Kecukupan protein pada wanita hamil juga mengalami kenaikan, yakni sebesar 17 gram dari kecukupan protein wanita normal.
Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang dianjurkan didasarkan pada patokan berat badan untuk masing-masing kelompok umur, gender, dan aktifitas fisik. Dalam penggunaannya bila kelompok penduduk yang dihadapi mempunyai rata-rata berat badan yang berbeda dengan patokan, maka perlu dilakukan penyesuaian. Bila berat badan kelompok penduduk tersebut dinilai terlalu kurus, maka AKG dihitung berdasarkan berat badan idealnya. AKG yang dianjurkan tidak dipergunakan untuk perorangan atau individu, namun lebih menggambarkan kelompok penduduk/masyarakat. Angka Kecukupan gizi dianjurkan digunakan untuk tujuan seperti :
a.    Merencanakan dan menyediakan suplai pangan untuk penduduk atau kelompok penduduk; perlu diketahui pola pangan dan distribusi penduduk.
b.   Menginterpretasikan data konsumsi makanan perorangan atau kelompok; perlu ditetapkan patokan berat badan untuk masing-masing gender, dan bila menyimpang dari patokan berat badan dilakukan.
c.   penyesuaianPerencanan pemberian makanan di institusi, seperti rumah sakit, sekolah, industri, asrama, dan lain-lain.
d.   Menetapkan standar bantuan pangan; misalnya dalam keadaan darurat, dan untuk kelompok penduduk yang berisiko seperti balita, anak sekolah, ibu hamil.
e.    Menilai kecukupan persediaan pangan nasional.
f.     Merencanakan program penyuluhan gizi.
g.    Mengembangkan produk pangan baru di industry.
h.   Menetapkan pedoman untuk keperluan labeling gizi pangan.

Langkah pertama dalam penyusunan AKG adalah menetapkan kebutuhan faali rata-rata penduduk yang sehat dan mewakili tiap golongan umur dan gender menurut kriteria yang telah ditetapkan. Untuk itu, perlu diketahui perbedaan-perbedaan di dalam tiap golongan yang memungkinkan perkiraan jumlah yang perlu ditambahkan pada kebutuhan rata-rata untuk memenuhi kebutuhan sesungguhnya semua orang sehat. Karena alasan mahal dan perlu waktu lama eksperimen tersebut tidak dilakukan, hanya digunakan perkiraan kebutuhan dan variasinya berdasarkan informasi yang terbatas. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan AKG, seperti :
a.    Adanya variasi individual masing-masing orang yang mempengaruhi utilisasi zat gizi oleh tubuh.
b.    Adanya perbedaan komposisi zat gizi yang terkandung dalam setiap sumber makanan.
c.   Adanya saling mempengaruhi antar zat gizi dalam tubuh.
d.   Adanya perubahan komposisi zat gizi akibat proses pemasakan, atau pengolahan sampai makanan siap dikonsumsi.

Nilai AKG untuk semua zat gizi kecuali energi ditetapkan selalu lebih tinggi daripada kecukupan rata-rata sehingga dapat dijamin, bahwa kecukupan hampir seluruh penduduk terpenuhi. Oleh karena itu asupan dibawah nilai AKG tidak selalu berarti tidak cukup, tetapi makin jauh di bawah nilai tersebut risiko untuk memperoleh asupan tidak cukup meningkat. Khusus untuk energi, nilai kecukupannya ditaksir setara dengan nilai pakainya sebab asupan energi yang kurang maupun lebih dari nilai pakainya akan memberikan dampak pada terganggunya kesehatan.



DAFTAR PUSTAKA
Sunita Almatsier, 2005. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka  Utama
Darwin Karyadi, Muhilal. Kecukupan gizi yang dianjurkan. Jakarta: Gramedia. 1985. hal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar