Hot cookies are waiting for you !!

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur.

Minggu, 16 Desember 2012

Keterlibatan Orang Tua di Kegiatan TK



Keterlibatan Orang Tua dalam Kegiatan di Taman Kanak – kanak
Orang tua adalah guru yang pertama dan utama bagi anak – anak. Orang tua adalah orang – orang yang penting dalam dunia anak – anak. Mereka yang mengajarkan berbagai hal sebelum anak memasuki lembaga lain yang disebut prasekolah salah satunya adalah taman kanak – kanak.


Baik orang tua maupun guru selalu berharap agara anak mampu mencapai prestasi, tumbuh dan berkembang secara optimal. Oleh karena itu, perlu adanya kerja sama dan keterlibatan orang tua dalam kegiatan belajar dan bermain di taman kanak – kanak.
Kegiatan belajra di taman kanak – kanak dilaksanakan dalam bentuk kegiatan bermain. Oleh karena itu, keterlibatan orang tua dalam kegiatan bekajar di TK juga berarti keterlibatan orang tua dalam kegiatan bermain di taman kanak – kanak.


A. KEUNTUNGAN KETERLIBATAN ORANG TUA DI TK
1.    Keuntungan bagi Taman Kanak – kanak
a.    Mempelajari cara orang tu memotivasi dan membantu anaknya
Guru perlu mengetahui cara orang tua memotivasi anaknya, terutama anak – nak yang memerlukan dorongan khusus untuk melakukan  kegiatan bermain di TK. Motivasi ini dapat dipelajari guru dari orang tua dengan cara bercakap – cakap ataupun berdiskusi dengan orang tua ketika mengantar/menjemput anaknya ke sekolah atau dapat juga dengan mengamati cara orang tua ketika membujuk anaknya untuk melakukan suatu kegiatan. Misalnya, memperhatikan orang tua saat meminta anaknya untuk mengucap salam pada ibu guru.

b.   Guru dapat mempelajari kebiasaan anak di rumah
Melibatkan orang tua dalam berbagai kegiatan belajar dan bermain di TK, dapat dimanfaatkan guru untuk dapat mengamati dan memperlajari kebiasaan – kebiasaan anak di rumah yang mungkin saja terbawa sampai kesekolah. Guru juga akan dapat membantu menghilangkan atau mengurangi kebiasaan – kebiasaan anak terutama kebiasaan kurang baik. Misalnya, anak masih suk minum susu menggunakan dot, atau anak terbiasa tidur dengan menggunakan selimut bayinya yang sudah sangat lusuh, atau kebiasaan anak yang tidak mau makan sayuran, kebiasaan anak menangis jika keramas.

c.   Guru dapat lebih memahami perilaku anak
Dengan memahami perilaku anak maka guru dan orang tua dapat bersama – sama melakukan pencegahan atau mengantisipasi sebelum terjadi penyimpangan perilaku yang lebih kompleks. Jika memang perilaku anak menyimpang atau tidak sesuai dengan perkembangan anak maka guru dan orang tua dapat bekerja sama untuk mengambil tindakan guna penyembuhan penyimpangan perilaku anak.

d.   Guru dapat selalu bekerja sama dengan orang tua dalam suatu program kegiatan di taman kanak – kanak
Orang tua dapat diajak duduk bersama untum merencanakan program kegiatan dalam rangka program pengembangan sekolah. Misalnya, orang tua ikut terlibat secara aktif mulai dari perancanaan untuk kegiatan kunjungan ke tempat – tempat tertentu yang dapat memperluas wawasan anak, seperti berkunjung ke kantor pos, ke kantor pemadam kebakaran, ke Taman Safari.

e.    Orang tua dapat menjadi narasumber dalam kegiatan belajat dan bermain
Orang tua yang memiliki keahlian tertentu dapat dilibtkan sebagai narasumber bagi anak untuk mengembangkan pengetahuannya. Misalnya, orang tua yang berprofesi sebagai dokter, polisi, pilot, guru senam, ABRI dan lain – lain.

f.    Memperlancar hubungan antara rumah dan sekolah
Keterlibatan orang tua dalam program sekolah dapat menciptaka hubungan antara orang tua dengan pihak sekolah menjadi semakin terbuka dan lancer sehingga menjadi lebih mudah bila akan menyampaikan berita atau pemberitahuan tentang program – program sekolah.
g.    Semakin memperluas jaringan pihak sekolah dengan pihak – pihak lain
Orang tua dapat menjadi penghubung sekolah dengan pihak lain yang diperlukan untuk suatu kerja sama. Misalnya, akan mengadakan suatu acara dan sekolah membutuhkan sponsor maka orang tua dapat menjadi penghubung yang baik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar